Langsung ke konten utama

Sahabat

1. Namanya Rada Nur Laili Vadliyah. Dia lahir pada tanggal 16 Mei 2001. Dia adalah sahabat saya   semenjak saya duduk di bangku MTs. Dia sederhana. Dia selalu mengembalikan segala seuatu yang terjadi kepada takdir. Dia suka dengan appun yang berbau religi.

n 
2. Namanya Walidatul Hasanah. biasa di panggil Walida. Tapi dia biasa saya panggil dengan panggilan Mbak Me.Dia lahir pada tanggal 12 November 2001. Dia orangnya humoris tapi judes. Dia tidak gampang akrab dengan seseorang yang baru dia kenal. 

 3. Namanya Khofifah Agustian. Dia lahir tanggal 16 Agutus tahun 2000. Dia mudah akrab dengan orang baru di sekeliling. Saya kenal dia sejak duduk di bangku MTs.



4. Namanya Ika Maysaroh. saya biasa memanggil dia dengan sebutan mbak ika karna pada dasarnya dia memang lebih tua dari pada saya. Dia lahir pada tanggal 01 Mei 2001. dia adalah tipe orang yang tidak mudah akrab dengan orang baru.

5. Namanya Indah Ma'rufah. Dia lahir tanggal 30 Maret 2000. Dia  suka dengan makanan yang manis. hobynya adalah membaca. Saya mengenal dia sejak duduk di bangku MTs.

6. Namanya Nur Faida. biasa di panggil mbak ida. Dia adalah tipe orang yang pendiam dan jarang berkomunikasi dengan orang orang yang ada di sekitarnya. Dia lahir tanggal 25 Oktober tahun 1998. Saya kenal dia ketika duduk di bangku MA kelas 11.

7. Yang ini namanya Siti Rofika biasa di panggil Oppy. begitupun saya juga memanggil dia dengan nama oppy tapy dengan tambahan Mbak yaa.. karna dia lebih tua dari pada saya.


Komentar

  1. Azzekkk, masuk daftar sahabat cuy!!! Semoga bsa jadi sahabat yang baik lah!!!!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel

Kisah cinta nyata Mamo-Zein membuat dr. Said Ramadhan El Bouthi seorang ulama syiria menghidupkan kembali nafas cinta mereka dengan menulis novel seni terlaris di Timur Tengah yaitu Mamo- Zein Qishshotu Hubbin Nabaa Fil Ardh Wa Antsaa Fis Sama , yang oleh diterjemahkan menjadi Mamo- Zein kisah cinta yang bersemi di bumi dan berbuah di langit. Bukan Laila Majnun Bukan pula Romeo dan Juliet Yang mati sia-sia karena Cinta Inilah Cinta yang Agung Cinta Karena Allah Sang Raja Diraja Meski tak jelas benar bagaimana wujud mencintai karena Allah. Sungguh, sebuah romantika cinta yang menyayat hati Dimana sang pecinta tertawan oleh pesona keindahan pujaan hati Namun semuanya tinggallah harapan, ketika cinta tak sampai dalam pelaminan Duka pun menggantung di langit hati Awan awan mendung mengarak menimbulkan hujan tangis membasahi hati para pecinta. Prolog Bouthy membawa pembaca (seakan) ke dunia virtual dengan kata- kata puitik ” duhai dayang-dayang! Pe...